Minggu, 16 Agustus 2015
The Krick - Saling Berjauhan
Ini adalah single lagu terbaru yang saya ciptakan buat temen-temen Kopma BM Polines yang kini saling berjauhan denganku :D
Sabtu, 01 Agustus 2015
Filosofi Kaca
1.
Kaca Adalah Cerminan Hati (Kaca dan cahaya)
Pada suatu hari, saya diam dan
termenung. Dalam titik diamku, tiba-tiba munculah sebuah pertanyaan yang
sedikit menggelitik tapi sangat membuatku bingung saat itu. “Kenapa kaca bisa
ditembus cahaya?”, itulah sebuah kalimat tanya yang muncul dalam benakku.
Sepertinya pertanyaan ini sangat simple dan terkesan kurang kerjaan saja kalau
kita serius untuk mencari jawabannya, tapi ini benar-benar membuatku bingung
dan menghabiskan banyak waktuku untuk terus mencari tahu jawabannya saat itu.
Bagaimana tidak? Coba bayangkan saja, kaca itu benda padat, tapi kenapa benda
padat tersebut bisa ditembus cahaya? Kenapa kita bisa tetap melihat sesuatu
yang terhalang oleh kaca? Kenapa kaca begitu aneh dan tidak sama dengan benda
padat lainnya? Pertanyaan ini benar-benar membuatku gelisah saat itu. Coba
teman-teman juga cari tahu jawabannya ya karena sampai saat ini pun saya belum
menemukan jawabannya secara ilmu sains atau ilmiahnya.
Saat hampir berada di titik
keputusasaanku dalam mencari tahu jawaban tentang kaca, tiba-tiba dengan
kilatnya terlintas dalam otakku sebuah jawaban yang seketika itu membuatku
paham tentang filosofi kaca dan membuatku puas serta rasa kegelisahanku sirna saat itu juga. Awalnya
adalah ketika saya mengingat kata-kata dari guru spiritualku bahwa apa yang ada
di dunia ini adalah cerminan dari apa yang ada di dunia akhirat/ ghaib. Jadi
saya langsung berfikir bahwa kaca adalah cerminan hati kita. Saat kaca bersih,
kaca akan mudah ditembus cahaya tetapi saat kaca kotor cahaya akan sulit untuk
menembus kaca tersebut. Begitu juga dengan hati kita. Saat hati kita bersih
maka akan mudah cahaya ilahi (petunjuk/hikmah) masuk dalam diri kita tetapi
saat hati kita kotor, cahaya ilahi akan susah untuk masuk ke dalam diri kita.
Itulah jawaban yang begitu membuat hatiku puas. Meskipun belum menemukan
jawaban dari segi ilmu sains/ ilmiahnya (sebab akibat) tapi saya telah
menemukan jawabannya dari segi pandang sufi. Jadi, kenapa ada benda aneh
seperti kaca? Jawabannya agar kita mudah mempelajari bahwa hati kita seperti
kaca yang hendaknya selalu kita jaga kebersihannya untuk bisa melihat dan
menerima cahaya-Nya.
2.
Saat Kaca Kotor (Kaca dan Debu)
Bisakah kita menjaga kaca jendela
rumah kita tetap bersih dari debu atau kotoran lainnya? Pastinya bisa. Tapi bisakah
kita memastikan tidak ada debu atau kotoran yang datang mengenainya? Jawabannya
tidak. Debu pasti akan selalu datang mengotori kaca jendela kita. Tinggal bagaimana
kita menjaga agar debu tersebut hilang dan kaca jendela kita kembali bersih
sesegera mungkin. Jangan menunda-nunda atau menunggu debu itu menumpuk banyak
di kaca jendela kita karena fungsi kaca itu sendiri akan berkurang dan kita
akan kesulitan untuk membersihkannya kembali. Begitu juga dengan hati kita. Iya,
kaca ibarat hati kita dan debu adalah kotoran di hati kita. Kotoran hati bisa
berupa: rasa iri, benci, marah, egois, dusta, angkuh,sedih, cemas, gelisah,
khawatir, dan semua perasaan yang terasa mengganjal dalam hati kita. Semua perasaan
tersebut pasti akan selalu datang di hati kita. Tinggal bagaimana kita bisa
menetralkannya kembali dari semua perasaan itu.
3.
Melihat dari Balik Kaca
Pada suatu hari ada seseorang yang
bangun tidur dan hendak membuka pintu rumah.
Lalu dia melihat dulu cahaya di luar rumah dari balik kaca jendela. Dia memastikan
sudah terangkah atau masih gelap keadaan di luar rumah. Saat melihat ke
jendela, dia mendapatkan kacanya dalam keadaan sangat kotor. Kemungkinan itu
adalah cipratan genangan air di depan rumahnya dari kendaraan yang lewat karena
rumahnya terletak dekat pinggir jalan. Saat itu dia tidak bisa melihat dengan
baik bagaimana keadaan di luar rumah. Bahkan dia mengira cuaca di luar rumah
masih buruk dan gerimis. Ketika dia membuka pintunya ternyata cuaca pagi itu
sangat cerah. Diapun termenung. Dia sadar bahwa hati ini seperti kaca. Saat hati
kotor maka kita tidak bisa melihat dengan baik apa yang ada di depan kita, tidak
bisa mengambil hikmah dari apa yang sedang atau telah kita alami atau dari
peristiwa yang kita lihat, sulit membedakan mana yang benar dan yang salah,
hanya bisa mengira-ngira saja dan akhirnya kita salah dalam mengira.
4.
Pembersihan Kaca (Kaca, Pembantu, Majikan dan
Pembersihan)
Ada sebuah kisah dari kaca jendela
dari sebuah rumah mewah. Kaca jendela itu sangat kotor karena pembantu di rumah
itu tidak pernah membersihkannya. Padahal majikan atau pemilik rumah tersebut
telah menjelaskan kepada sang pembantu bahwa rumahnya harus selalu bersih
termasuk dia (kaca jendela). Akhirnya sang majikan memberi peringatan kepada
sang pembantu untuk membersihkannya. Proses pembersihan terhadapmupun dimulai. Sang
pembantu menyiramnya dengan air yang keluar deras dari selang dan menyikatnya
dengan keras. Sang kaca merasa kesakitan dalam pembersihan itu. Tapi akirnya
dia sadar bahwa tahapan itu harus dia lalui agar menjadi lebih baik.
Sekarang bayangkan kaca jendela itu
adalah hatimu, rumah itu adalah badanmu, sang pembantu adalah kamu yang telah
diberi amanah oleh Tuhan untuk menjaga tubuhmu termasuk hatimu, sang majikan
atau pemilik rumah adalah Tuhanmu sebagai pemilik tubuhmu beserta hatimu bahkan
dirimu sendiri, dan pembersihan kaca adalah cobaan hidup yang sebenarnya bisa
membersihkan hatimu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hem Batik Murah Pekalongan
Yayan Batik dengan ig @batik_yayan menyediakan berbagai jenis batik. Untuk postingan kali ini Yayan Batik memposting jenis hem batik dengan...
-
1. Kaca Adalah Cerminan Hati (Kaca dan cahaya) Pada suatu hari, saya diam dan termenung. Dalam titik diamku, tiba-tiba...
-
Misteri?? Hiii... kayaknya nakutin deh :P. Berarti ada hal-hal mistik gitu ya di angka 9?? Emm.. ya gitu deh. Kali ini saya akan ...
-
Tahukah Anda huruf pertama dan terakhir pada surat Al-Fatihah? Iya, huruf pertama surat Al-Fatihah adalah huruf Ba’ karena ayat per...